-->

Cedera Lutut Pemain Basket, Pengertian, Cara Penanganan Dan Pencegahannya

Cedera lutut pemain basket mungkin sudah sering kita dengar setiap hari. Ini adalah salah satu jenis cedera yang serius. dan wajib dilakukan penanganan segera.

Cedera lutut, bagi seorang pemain bola basket merupakan hal yang ditakuti karena jika cedera lutut parah, atlet basket terancam tidak dapat bermain dalam jangka waktu yang lama. Cedera lutut biasanya terjadi akibat benturan yang keras dengan pemain lawan. Bisa juga karena benturan keras yang mengakibatkan pemain mendarat dalam keadaan tidak seimbang. 



JENIS CEDERA LUTUT

Cedera lutut adalah salah satu cedera yang sering dialami pemain basket. Ini adalah merupakan cedera yang menakutkan, tidak jarang ... kalau cedera lutut parah, tidak lagi bisa bermain basket. Baca juga : cedera ACL pemain basket

Ada dua jenis cedera pada lutut :

1. Serabut otot mengalami keregangan berlebih yang membuat ligamen sobek atau strain. Ligamen adalah pengikat antara tulang tungkai atas dengan tulang tungkai bawah. Tulang tungkai atas dan bawah memiliki lapisan, yakni meniskus, bentuknya seperti tulang rawan. Jika ligamen sobek, pebasket terpaksa menjalani pemulihan dan tidak boleh berlatih atau bertanding tiga sampai empat bulan. Jika sobekan pada ligamen cukup besar sehingga upaya penyembuhan harus dengan cara operasi medis, waktu pemulihan yang diperlukan lebih lama lagi. Bisa istirahat paling sedikit sembilan bulan. Malah kalau putus, ya, bisa tidak boleh bermain lagi untuk selamanya. Itu untuk bola basket. Baca juga : cedera ankle pemain basket

2. Cedera lutut terjadi pada serabut otot yang mengikat tungkai atas dan tungkai bawah (joint) akibat regangan yang melebihi kemampuannya atau sprain. Kalau hanya sobekan kecil, istirahatnya cuma dua minggu. Tetapi kalau sobek besar, bisa empat hingga lima bulan harus istirahat.




CARA PENANGANAN CEDERA LUTUT

Mengingat masa depan seorang atlet bola basket, penanganan cedera bola basket harus segera dilakukan untuk mencegah luka atau cedera berkembang menjadi parah. Saat mengalami cedera lutut, hal yang harus dilakukan dalam waktu 2-3 hari sejak mengalami cedera adalah menggunakan metode RICE.

Berikut ini adalah uraian detail tentang cara penanganan cedera lutut menggunakan metode RICE yaitu

R = REST

Rest berarti mengistirrahatkan bagian tubuh (lutut) yang luka/cedera. Sehingga bagian tubuh yang tidak luka boleh digunakan untuk beraktivitas.

Tujuan rest/mengistirahatkan bagian yang luka/bengkak yaitu:
- Mencegah cedera/bengkak lebih parah
- Membantu proses penyembuhan luka/bengkak lebih cepat sembuh.

Oleh karena hal tersebut ketika lutut Anda bengkak karena terjatuh dan bengkak segeralah diistirahtkan dan kompreslah dengan es.

I = ICE

Kenapa menggunakan es untuk cedera? karena pada dasarnya es bermanfaat untuk:
- Mengurangi terjadinya pembengkakan.
- Menguruasi rasa nyeri.
- Mengurangi spasme pada otot yang luka.

C = COMPRESSION

Kompresi yaitu memberikan tekanan pada area luka. Manfaat kompresi pada luka bengkak untuk membantu penggunaan es tadi untuk membatasi pembengkakan. Sehingga akan mempercepat proses rehabilitasi.

Sehingga kompresi sering dikatakan sebagai bagian yang paling penting dari metode RICE. Cara melakukan kompresi ini dengan melilitkan elastic verban pada bagian cedera bengkak, yaitu dengan meregangkan verban hingga 75% panjangnya. Perlu diperhatikan ketika Anda melakukan pembebatan (buntel) jangan terlalu ketat karena akan mengganggu sirkulasi darah dengan gejala-gejala seperti rasa gatal, kesemutan, dan rasa nyeri meningkat.

Ketika melilitkan (buntel) yag harus diperhatikan adalah perban menutupi seluruh area cedera dan diaplikasikan secara terus-menerus selama sehari sesudah terjadian cedera. Dalam kasus dimana terjadi perdarahan, kompresi juga dapat membantu menghentikan perdarahan.

E = Elevation

Apa itu Elevasi? Elevasi adalah meninggikan bagian tubuh yang mengalami cedera/bengkak melebihi ketinggian jantung sehingga dapat membantu mendorong cairan keluar dari daerah pembengkakan. Elevasi harus dilakukan untuk mempermudah pembuluh darah vena untuk mengembalikan darah dari area yang cedera ke jantung, sehingga mencegah terjadinya akumulasi atau pooling darah di area cedera.Bagian yang mengalami cedera diangkat sehingga berada 15-25 cm di atas ketinggian jantung. Elevasi sebaiknya dilakukan hingga pembengkakan menghilang.

Selanjutnya Anda perlu memastikan apakah cedera lutut serius atau tidak. Seingga saya sarankan Anda pergi ke dokter untuk konsultasi dan meriksa cedera lutut Anda. Mungkin dokter akan menganjurkan anda untuk melakukan pemeriksaan tambahan seperti rontgen tulang. Untuk menghilangkan nyeri sementara waktu, Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri seperti asam mefenamat, ibuprofen, atau natrium diklofenak.  Namun konsumsi obat ini tidak boleh terus menerus.



MENCEGAH CEDERA LUTUT PEMAIN BASKET

Dalam permainan bola basket, tidak melulu membahas teknik bola basket dan peraturan permainan bola basket, pencegahan cedera juga harus mendapatkan perhatian serius. Untuk menghindari adanya cedera lutut pada pemain bola basket, berikut ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan :

1. Jagalah berat badan Anda. Setiap kilogram dari kelebihan berat badan akan menambah beban pada lutut ketika naik-turun tangga. Dengan demikian, kelebihan berat badan sangat penting untuk melindungi lutut Anda. Penelitian menunjukkan orang-orang yang menderita artritis pada lutut kehilangan rasa sakitnya sebanyak 20% setiap berat badan turun 4,5 kg.

2. Lakukan pendinginan setelah berolahraga. Pendinginan dilakukan dengan mengurangi intensitas aerobik Anda secara bertahap. Pelankan gerakan sampai napas dan detak jantung Anda kembali normal. Pendinginan membantu pemulihan tubuh dan mengurangi risiko cedera dan kram.

3. Hindari latihan dengan benturan keras yang akan membebani lutut Anda. Berlari di permukaan datar seperti aspal atau beton, dan terutama lari menurun akan berdampak buruk bagi lutut. Serupa hal tersebut, latihan kekuatan seperti deep knee bend dan squat (lompat jongkok) juga membebani lutut. Saat melakukan latihan-latihan tersebut, jangan pernah menenekuk lutut lebih dari setengah jalan.

4. Lakukan peregangan untuk meningkatkan fleksibilitas. Tingkatkan fleksibilitas otot betis, hamstring, paha depan (quadricep) dan panggul untuk mengurangi kemungkinan cedera lutut karena gerakan Anda akan lebih lancar dengan postur yang lebih baik.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

-->