-->

Kebutuhan Gizi Atlet Yang Harus Dipenuhi

Kebutuhan gizi atlet yang harus dipenuhi tentu berbeda jika kita bandingkan dengan kebutuhan gizi sehari - hari, berikut ini ulasan selengkapnya.

Buat seorang atlet, prestasi tinggi menjadi sebuah tuntutan, apalagi menjadi bagian dari tim nasional Indonesia tentu beban berat harus disandang dan prestasi harus diraih.

Mencapai prestasi tinggi bisa dipengaruhi banyak hal, seperti halnya olahraga basket, disamping skill atau teknik basket, faktor pemenuhan kebutuhan gizi atlet juga akan berpengaruh. Hal ini akan mempengaruhi performa atlet saat bertanding, mereka membutuhkan stamina yang kuat dalam jangka waktu yang lama. Dan ini berlaku untuk semua cabang olahraga.

Untuk mencapai performa terbaiknya, gizi yang memadai menjadi kebutuhan bagi atlet. Oleh karena itu perlu upaya untuk menjaga kebugaran atlet dengan pemenuhan gizi terbaik baik saat persiapan sebelum pertandingan, saat bertanding, maupun saat recovery setelah bertanding agar dapat pulih kembali kondisi fisiknya. Pemulihan ini juga penting, apalagi jika jadwal pertandingan padat. Baca juga : menu diet olahragawan

Pemenuhan kebutuhan gizi atlet harus menjadi bagian dalam mendukung performa atlet saat latihan maupun bertanding. Gizi yang baik akan membuat tubuh mampu melakukan aktivitas yang baik pula karena tersedianya energi yang cukup untuk mendukung berbagai gerakan yang harus diperagakan. Sebenarnya meliputi apa saja yang harus diperhatikan dalam pemenuhan kebutuhan gizi untuk atlet?


KEBUTUHAN GIZI UNTUK ATLET

Untuk mendapatkan performa terbaik dan selalu siap menghadapi jadwal yang padat, seorang memiliki kebutuhan gizi yang harus dipenuhi baik sebelum bertanding, saat bertanding dan setelah bertanding.

Berikut ini adalah pemenuhan gizi untuk atlet :

1. Kebutuhan gizi atlet sebelum pertandingan
Makanan sebelum bertanding harus dirancang agar menunjang performa atlet dengan memperhitungkan jenis olahraga, lama dan intensitas pertandingan. Tujuan pengaturan gizi sebelum pertandingan adalah untuk menyediakan cadangan energi dan cairan sehingga atlet dapat bertanding dalam kondisi terbaik. 
  • Makanan lengkap diberikan 3-4 jam sebelum bertanding diberikan . Hal ini dimaksudkan agar usus diberikan kesempatan untuk mencerna dan menyerap makanan, sehingga saat bertanding lambung sudah dalam keadaan kosong. Makanan yang masih tersisa di lambung dapat menyebabkan gangguan perut, mual dan kram.
  • Makanan kecil diberikan 2-3 jam sebelum bertanding, misalnya roti untuk mendapatkan rasa kenyang.
  • Makanan cair berupa jus buah diberikan 1-2 jam sebelum bertanding. 
  • 30-60 menit sebelum bertanding, hanya boleh mengkonsumsi minuman cair. Misal air manis dengan kadar gula 2,5 gram.

2. Kebutuhan gizi atlet selama pertandingan

Agar penampilan atlet tetap optimal, pemberian gizi selama pertandingan harus dapat menjaga status hidrasi serta cadangan glikogen atlet.

  • Kapan mulai mengalami kekurangan air, atlet harus mengetahui . Sebaiknya atlet minum sebelum merasa haus, karena keadaan dehidrasi sudah terjadi sebelum merasa haus.
  • Usahakan konsumsi air setiap 15 menis sekali selama bertanding. Dan sebisa mungkin air yang diminum harus mengandung karbohidrat dan mineral dalam jumlah yang seimbang (isotonik).
  • Pada pertandingan olahraga dengan instensitas tinggi, terjadi pengurangan cadangan glikogen di dalam otot secara cepat. Pengurangan glikogen di dalam otot akan menurunkan performa atlet, oleh karenanya cadangan glikogen itu harus cepat diisi kembali.
  • Jumlah karbohidrat yang dianjurkan berkisar 30-60 gr/jam, yang dapat terpenuhi dengan minum “sport drink” yang mengandung 4-8% karbohidrat dan 10-20 mmol/L elektrolit.

3. Kebutuhan gizi atlet setelah pertandingan

Setelah bertanding, atlet tentu kehabisan banyak tenaga. Yang perlu dilakukan adalah memberikan gizi yang cukup untuk mengembalikan stamina dan kebugaran atlet. Atas dasar itulah makanan yang diberikan pun harus disajikan dengan cara yang tepat :

  • Minum 1-2 gelas air dengan suhu 15-20 derajat C, segera setelah bertanding.
  • Setengah jam setelah bertanding atlet diberikan jus buah 1 gelas dengan kandungan karbohidrat 8%-12%.
  • Satu jam setelah bertanding, jus buah 1 gelas, snack ringan atau makanan cair yang mengandung karbohidrat 300 kalori.
  • 2 jam setelah bertanding diberikan makanan lengkap dengan porsi kecil yang sebaiknya mencakup lauk yang tidak digoreng dan tidak bersantan, serta banyak sayur dan buah. Misal soto, sop,dll.
  • Biasanya atlet baru merasa lapar 4 jam setelah pertandingan. Untuk itu penyediaan makanan pada malam hari menjelang tidur mutlak disediakan bagi atlet yang bertanding malam hari.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

-->