Mengenal Pemain Basket Arki Dikania Wisnu



Nama    : Arki Dikania Wisnu
Lahir: 15 Maret 1988 (29 tahun), Kota New York, New York, Amerika
Tinggi: 1,91 m
Kebangsaan: Indonesia
Berat: 91 kg
Jumlah: 33
Sekolah menengah atas: Newtown High School (Elmhurst)
Posisi: Point guard, Small forward

BASKETBALL CAREER

2011
Rookie Of The Year NBL Indonesia
Sixth Man Of The Year NBL Indonesia
NBL Indonesia Best Record
NBL Indonesia Finals Championship
1st Place ASEAN Basketball League
Silver Medal for 3rd Annual SEABA Stankovic Cup (Tournament Top Scorer)

2014
Appointed as Indonesia Warriors Captain
NBL Indonesia Best Record
NBL Indonesia 1,000 Point Club
Runner Up NBL Indonesia

2015
Appointed as Satria Muda BritAma Co Captain
2nd Player in NBL History to achive a triple double in a game
Selected for the Indonesia Basketball selection team
NBL Indonesia Regular Season Champs
1st Place National Baksetball League season 2014/2015
2nd Place SEAGAMES 2015 Singapore

2016
Perbasi Cup 2016 Champions

arki dikania wisnu




ARKI DIKANIA WISNU PEMAIN TERMAHAL IBL 2017 - 2018   

Arki Dikania Wisnu sepakat memperpanjang kontrak dengan Satria Muda Pertamina Jakarta, sebuah nama klub bola basket yang tentu takasing lagi buat kita. selama empat musim ke depan. Ternyata, Arki tidak hanya menerima perpanjangan kontrak, tetapi juga kenaikan harga atau gaji. Dengan bayaran tersebut, Arki di klaim sebagai pemain bola basket lokal termahal di IBL 2017-2018, bahkan dibandingkan dengan pemain asing juga. Bayaran mahal yang dia terima tentu juga sebanding dengan kepiawaiannya dalam mencetak skor bola basket .  Penggemar bola basket tanah air juga selalu menantikan peragaan teknik bola basket yang memukau dari dia.

Soal tingginya gaji Arki Dikania Wisnu, Direktur IBL Hasan Gozali mengungkapkan bahwa hal tersebut bagus untuk industri basket Indonesia. Tapi bila ada gaji tertinggi, maka pasti ada gaji terendah. Menurut Hasan, IBL masih menggunakan aturan lama mengenai gaji minimal bagi pemain basket, yakni upah minimal regional (UMR) yang disesuaikan dengan lokasi klub.

"Tahun ini kami masih menggunakan batas minimal UMR untuk gaji minimal bagi pebasket yang tampil di IBL," katanya.

Menurut Hasan, tahun depan IBL berencana menetapkan aturan standar gaji minimal harus di atas UMR. Dengan adanya kepastian bayaran yang didapat pemain basket, lanjut Hasan, tentu akan menarik minat generasi muda untuk memilih basket sebagai mata pencaharian.